Halaman Utama
Sejarah
Pimpinan
Visi dan Misi
Sasaran
Struktur Organisasi

KURIKULUM PEMBELAJARAN DAN SUASANA AKADEMIK FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS HANG TUAH

Kesesuaian dengan Visi, Misi, Sasaran, dan Tujuan. Kurikulum Pendidikan Sarjana Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Hang Tuah, disusun dengan mengacu pada visi, misi, tujuan pendidikan, peraturan perundangan, dan kebijakan pemerintah. Dengan visi menjadi pelopor dalam pengkajian dan penelitian Psikologi Kelautan-Kemaritiman, maka penyusunan kurikulum harus mempertimbangkan kompetensi umum sebagai Sarjana Psikologi dan kompetensi sebagai Sarjana Psikologi yang menguasai bidang kelautan-kemaritiman. Untuk mensikapi hal tersebut, perlu adanya upaya evaluasi, penyesuaian dan penetapan kurikulum pendidikan sebagai kumpulan mata kuliah yang diberlakukan di Fakultas Psikologi Universitas Hang Tuah. Terlebih lagi dengan mengemban pengembangan Psikologi Kelautan-Kemaritiman, maka dibutuhkan upaya sistematis, terencana yang melibatkan semua unsur yang terakit dengan pendidikan psikologi pada umumnya, dan secara khusus pihak-pihak dalam bidang kelautan-kemaritiman, untuk secara bersama membahas mata kuliah yang relevan. Aspek Psikologi Kelautan-Kemaritiman sebagai ciri dari Fakultas Psikologi Universitas Hang Tuah, diwujudkan melalui mata kuliah Pengantar IPTEK Kelautan, Pengantar Psikologi Kelautan, Psikologi Lingkungan Kelautan dan Psikologi Niaga Kelautan.

Lebih lanjut, terkait dengan misi Fakultas Psikologi Universitas Hang Tuah, yaitu:
1. Mengembangkan kajian dan penelitian tentang fenomena psikologis yang memiliki latar belakang kelautan-kemaritiman.
2. Menghasilkan literatur dan jurnal ilmiah psikologi pada umumnya, dan khususnya, Psikologi Kelautan- Kemaritiman.
3. Mengembangkan pendekatan kualitatif, kuantitatif dan lintas kajian dalam memahami fenomena psikologis dan memberdayakan potensi manusia.
4. Menyediakan pelayanan psikologis bagi masyarakat.

telah diwujudkan dalam kurikulum pendidikan yang dengan indikator adanya mata kuliah-mata kuliah penunjang, seperti Metode Penelitian Dasar, Metode Penelitian Kuantitatif, Metode Penelitian Kualitatif, Psikologi Lintas Budaya, Andragogi. Secara lebih khusus, untuk mendukung terwujudnya tujuan pendidikan, yaitu menghasilkan Sarjana Psikologi yang profesional, yaitu Sarjana Psikologi yang mampu:
1. Memahami pengetahuan dan teori dasar psikologi pada umumnya, dan secara khusus, pengetahuan dan teori dasar Psikologi Kelautan-Kemaritiman
2. Melakukan teknik pengamatan dan wawancara secara obyektif sehingga mampu mengintepretasikan tingkah laku dan proses mental manusia menurut kaidah-kaidah psikologi baik perorangan maupun kelompok.
3. Melakukan penelitian di bidang psikologi baik dengan pendekatan kualitatif, kuantitatif maupun lintas disipliner.
4. Menghayati dan melaksanakan kode etik keilmuan dan profesi.
secara umum telah tergambarkan dalam Kurikulum Pendidikan Sarjana Fakultas Psikologi-Program Studi Psikologi Universitas Hang Tuah yang mengacu pada Keputusan Kolokium Psikologi Indonesia.

Relevansi dengan Tuntutan dan Kebutuhan Stakeholders. Menye-suaikan dengan tuntutan para stakeholders eksternal (masyarakat umum, lembaga pengguna lulusan, pemerintah, organisasi profesi, lembaga pendidikan lainnya) maupun internal (seperti: dosen, karyawan, mahasiswa, pengelola), kurikulum memuat kurikulum lokal dan nasional, 30% kuliah praktek dan 70% kuliah teori, serta dilengkapi dengan mata kuliah aplikasi psikologi untuk mengasah keahlian dan ketrampilan yang dimiliki, serta penulisan skripsi sebagai laporan akhir yang mengukur kemampuan dan kedalaman analisa mahasiswa terhadap persoalan-persoalan di bidangnya. Kuliah umum oleh para praktisi yang ahli dibidangnya dan studi banding ke berbagai lembaga yang terkait, juga turut memperkaya pemahaman dan wawasan mahasiswa terhadap tuntutan profesinya. Penye-lenggaraan diskusi, seminar, dan pelatihan merupakan aktivitas lain yang me-lengkapi kesesuaian itu.

Kompetensi Lulusan yang Diharapkan. Mengacu pada tujuan pendidikan, maka profil lulusan yang ingin dihasilkan dari seluruh rangkaian proses pembelajaran di program studi ini adalah mahasiswa dengan gelar Sarjana Psikologi dengan karakteristik kepribadian dan kompetensi sebagai berikut:
1. Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Memiliki wawasan kebangsaan dan berjiwa Pancasila
3. Menguasai teori dan pengetahuan dasar tentang perilaku dan proses mental manusia.
4. Menguasai teori dan pengetahuan dasar tentang dinamika kelautan-kemaritiman untu dapatnya diterapkan untuk memahami dinamika perilaku dan proses mental manusia.
5. Mampu melakukan observasi dan wawancara secara obyektif dan menurut kaidah ilmu psikologi untuk menginterpretasikan perilaku dan proses mental manusia.
6. Mampu melakukan kegiatan penelitian, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pelaporan sesuai kaidah dan prosedur ilmiah.
7. Memiliki kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, bekerja dalam kelompok sebagai bagian dari soft-skill.

Derajat Integrasi Materi Pembelajaran. Kurikulum pendidikan Fakultas Psikologi Universitas Hang Tuah, dirancang dengan memperhatikan aspek integrasi materi pembelajaran. Maksud dari hal ini adalah, bahwa mata kuliah yang ada dalam kurikulum, disusun sebagai suatu rangkaian yang dapat digambarkan sebagai sebuah alur. Dasar dari penyusunan alur adalah hubungan substansi pengetahuan, tujuan mata kuliah dan kompetensi yang ingin dibentuk antara satu mata kuliah dengan mata kuliah lainnya. Di samping itu, kelompok mata kuliah yang ditawarkan mencerminkan bidang minat dalam psikologi yang kemudian diperkuat dengan mata kuliah pilihan bebas. Melalui mata kuliah pilihan bebas, mahasiswa dapat menentukan secara mandiri, bidang kajian minat dalam psikologi yang ingin diperdalam. Misal, bagi mahasiswa yang berminat dalam Psikologi Industri-Organisasi, setelah mengikuti mata kuliah Psikologi Industri Organisasi dapat memperdalam dengan mengambil mata kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia, Undang-Undang Ketenagakerjaan. Contoh lain, bagi mahasiswa yang berminat dalam Psikologi Perkembangan, dapat memperdalam pengetahuan dengan mengambil mata kuliah Psikologi Anak dan Psikologi Anak Khusus. Dalam pengembangannya, integrasi materi pembelajaran yang terwujud dalam mata kuliah, akan diarahkan pada pembentukan kompetensi Psikologi Kelautan-Kemaritiman berdasar bidang peminatan dalam psikologi. Langkah strategis yang akan dilakukan oleh Fakultas Psikologi-Program Studi Psikologi adalah menyelenggarakan lokakarya dengan menghadirkan pada pelaku atau praktisi bidang kelautan-kemaritiman, baik yang bergerak dalam bidang industri, sosial, pendidikan, klinis maupun aspek-aspek perkembangan. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan akan menghasilkan rumusan kompetensi yang selanjutnya akan diwujudkan dalam mata kuliah.

Kurikulum Lokal. Dengan jumlah total sks = 144 dimana 68 sks merupakan kurikulum nasional, berarti terdapat 68 sks kurikulum lokal. Jumlah ini terinci dalam komposisi berikut:

  1. Mata kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK)    = 10 sks (6,94 %)
  2. Mata kuliah Keilmuan & Ketrampilan (MKK)        = 77 sks (53,47 %)
  3. Mata kuliah Keahlian Berkarya (MKB)                    = 20 sks (13,88 %)
  4. Mata kuliah Perilaku Berkarya (MPB)                                 = 26 sks (18,06 %)
  5. Mata kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB)  = 11 sks (7,65 %)
 Mata Kuliah Pilihan. Mata kuliah pilihan bebas yang ditawarkan kepada mahasiswa berjumlah 12 mata kuliah atau 24 sks. Dari jumlah sks tersebut, mahasiswa diwajibkan mengambil 4 mata kuliah atau 8 sks untuk menambah menjadi 144 sks yang diwajibkan. Jumlah mata kuliah pilihan bebas, memang dirasa masih terbatas apabila dikaitkan dengan bidang peminatan dalam psikologi. Dari 12 mata kuliah yang ada, dapat diperinci sebagai berikut: 1 mata kuliah pilihan bebas umum: Aplikasi Komputer, 2 mata kuliah pilihan bebas untuk minat Psikologi Sosial: Psikologi Lintas Budaya dan Hubungan Antar Person, 3 mata kuliah pilihan bebas untuk minat Psikologi Perkembangan: Psikologi Anak, Psikologi Anak Khusus dan Komunikasi Keluarga, 2 mata kuliah pilihan untuk minat Psikologi Pendidikan: Kesulitan Belajar dan Andragogi, 3 mata kuliah pilihan bebas untuk minat Psikologi Industri-Organisasi: Manajemen Sumber Daya Manusia, Perilaku Organisasi dan Undang-Undang Ketenagakerjaan dan 1 mata kuliah untuk minat Psikologi Klinis: Modifikasi Perilaku.

Skripsi. Skripsi merupakan laporan tugas akhir yang wajib dibuat oleh setiap mahasiswa sebelum mereka lulus, dengan bobot 6 SKS dengan nama mata kuliah Penulisan Skripsi. Mata kuliah ini mewajibkan mahasiswa untuk melakukan penelitian dalam ruang lingkup psikologi, yaitu fenomena/permasalahan yang terkait dengan perilaku dan proses mental. Hal ini perlu dipahami oleh mahasiswa, agar substansi permasalahan dalam penelitian yang mereka rancang, tidak over-lapping dengan bidang kajian lain, seperti sosiologi dan antropologi. Secara teknis, pemahaman tersebut diberikan melalui mata kuliah Teknik Penulisan Skripsi dengan bobot 1 sks. Adapun mekanisme atau prosedur pengajuan skripsi, dikoordinasi oleh Wakil Dekan I. Syarat pengajuan skripsi adalah: (1) telah menempuh minimal 120 sks, (2) memprogram mata kuliah Penulisan Skripsi dalam Kartu Rencana Studi yang telah ditanda tangani dosen wali, (3) menyerahkan proposal skripsi sesuai dengan ketentuan dalam Buku Panduan Penulisan Skripsi Fakultas Psikologi dengan melampirkan Surat Pengajuan Judul Proposal Skripsi, foto copy KTM terbaru, foto copy KHS terakhir. Selanjutnya, setiap mahasiswa yang telah mengajukan proposal skripsi, wajib mengikuti Seminar Proposal Skripsi yang dijadwalkan. Ketentuan dan peraturan pelaksanaan seminar, harus diketahui dan dilaksanakan. Dalam Seminar Proposal Skripsi, mahasiswa wajib mempresentasikan di depan 2 dosen penguji dibantu 1 orang notulen. Waktu untuk masing-masing mahasiswa adalah 90 menit dengan rincian: 20 menit presentasi, 60 menit tanya jawab dan 10 menit untuk sidang dosen penguji. Hasil pada kegiatan Seminar Proposal Skripsi, terdiri dari: Kategori A :Lulus, Kategori B: Lulus dengan revisi-tanpa seminar ulang, Kategori C lulus dengan revisi-dipertimbangkan seminar ulang, Kategori D: Kurang memenuhi syarat untuk lulus-revisi dan wajib seminar ulang dan Kategori E: Tidak lulus-disarankan memprogram semester depan. Berdasar penilaian tersebut, maka Fakultas Psikologi Psikologi-Program Studi Psikologi, memberlakukan adanya Seminar Proposal Skripsi-Revisi untuk mahasiswa yang mendapat kategori C atau D. Untuk kategori E, meski secara penilaian dinyatakan tidak lulus, diberi kesempatan untuk melakukan revisi dengan judul baru. Untuk kategori C, seminar ulang bertujuan untuk melihat sejauh mana revisi yang dilakukan, sedang untuk karegori D, seminar ulang bertujuan untuk menentukan lulus tidaknya mahasiswa sehingga dapat dilanjutkan dengan pembimbingan.

 Struktur dan Isi Kurikulum. Dari 144 sks yang diwajibkan kepada mahasiswa, dirancang untuk ditempuh selama 8 semester atau 4 tahun. Mengingat program pendidikan sarjana lebih berfokus pada kemampuan pemahaman dan teori, maka secara umum, struktur kurikulum disusun 30% praktek dan 70% teori. Penetapan ini memiliki dasar, untuk bidang psikologi adalah keputusan Kolokium Psikologi Indonesia dimana Sarjana Psikologi memiliki wewenang dan bidang kerja yang berbeda dengan Psikolog atau Magister Profesi Psikologi. Total 144 sks dapat diperinci: 68 sks kurikulum nasional atau setara dengan 29 mata kuliah, 68 sks kurikulum lokal/institusional atau setara dengan 28 mata kuliah dan 8 sks mata kuliah pilihan bebas atau setara dengan 4 mata kuliah.

Untuk membekali mahasiswa dengan ketrampilan teknis, kurikulum dirancang dengan komposisi materi kuliah teori dan praktikum yang merata di setiap semester dengan tahapan yang bersifat gradual. Hal ini bertujuan agar setiap mahasiswa memiliki peningkatan pengetahuan dan ketrampilan sejalan dengan masa studinya. Tujuan dari hal ini adalah untuk mengantisipasi terhentinya mahasiswa di tengah masa studinya karena suatu hal, sehingga dengan demikian mahasiswa tersebut masih memiliki nilai tambah dari mata kuliah yang sudah diselesaikannya dalam kehidupan bermasyarakat.

Peluang Studi Lanjut. Peluang studi lanjut, secara umum terkait dengan 2 hal pokok: (1) kemauan dan kemampuan mahasiswa secara akademik dan (2) kemampuan secara ekonomi. Hal lain yang juga berpengaruh adalah, status fakultas/prograsm studi mahasiswa, dalam hal ini Fakultas Psikologi Universitas Hang Tuah. Hal tersebut menjadi salah satu pendorong bagi segenap civitas academika Fakultas Psikologi Universitas Hang Tuah untuk mengajukan akreditasi mengingat status akreditasi adalah syarat diterimanya mahasiswa untuk studi lanjut. Berdasar data yang diperoleh, bahwa lulusan Fakultas Psikologi Universitas Hang Tuah telah diterima di beberapa Program Magister, yaitu:

Tabel Lulusan Yang Melanjutkan S2

No

Program Magister

Jumlah Lulusan yang Diterima

1

Program Profesi Magister Psikologi UNAIR

4

2

Program Profesi Magister Psikologi UNTAG

1

3

Program Profesi Magister Psikologi UBAYA

1

4

Program Magister Manajemen UNNAR

1

Misi Pembelajaran. Secara mendasar, kegiatan pembelajaran yang dilakukan, bertujuan untuk membentuk kompetensi mahasiswa sebagaimana tujuan pendidikan menghasilkan Sarjana Psikologi yang profesional, yaitu Sarjana Psikologi yang mampu:

  • Memahami pengetahuan dan teori dasar psikologi pada umumnya, dan secara khusus, pengetahuan dan teori dasar Psikologi Kelautan-Kemaritiman
  • Melakukan teknik pengamatan dan wawancara secara obyektif sehingga mampu mengintepretasikan tingkah laku dan proses mental manusia menurut kaidah-kaidah psikologi baik perorangan maupun kelompok.
  • Melakukan penelitian di bidang psikologi baik dengan pendekatan kualitatif, kuantitatif maupun lintas disipliner.
  • Menghayati dan melaksanakan kode etik keilmuan dan profesi.
Untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut, berbagai upaya pengembangan kompetensi yang diharapkan, telah dilakukan berbagai upaya pengembangan kompetensi yang diharapkan, baik untuk dosen maupun mahasiswa. Melalui pengiriman dosen untuk mengikuti pelatihan, seminar, lokakarya dan studi lanjut, merupakan upaya pengembangan untuk membentuk kompetensi, sedang untuk mahasiswa, adanya kegiatan kuliah tamu, seminar psikologi, kunjungan lapangan, kegiatan magang, lomba penelitian dan karya ilmiah, adalah upaya pengembangan untuk membentuk kompetensi yang diharapkan.

Mengajar. Merupakan tugas utama dosen yang bertujuan mentransfer keilmuan dan ketrampilannya kepada mahasiswa. Kegiatan mengajar diawli dengan penyusunan mata kuliah yang ditawarkan dan dosen pengampu. Proses ini berisi evaluasi terhadap dosen yang mengampu mata kuliah tertentu pada semester sebelumnya. Hasil dari evaluasi adalah apakah dosen yang bersangkutan tetap dipertahankan atau dicari dosen baru. Setelah daftar dosen pengampu mata kuliah disusun, selanjutnya dosen-dosen tersebut dihubungi per-telepon terkait dengan kesediaan mengajar. Dosen yang menyatakan bersedia, akan ditindaklanjuti dengan surat permohonan mengajar dari Dekan dengan dilampiri jadwal kuliah. Perubahan jadwal mengajar adalah hal yang pasti terjadi dimana antara dosen, khususnya dosen luar biasa dengan pihak fakultas, mencari titik temu jadwal mengajar yang sesuai. Proses ini dilakukan melalui media telepon. Pada tahap akhir, ketika perkuliahan sudah berjalan, akan diterbitkan Surat Keputusan Dekan kepada masing-masing dosen, baik tetap maupun luar biasa. Pemilihan dosen disesuaikan dengan kompetensi, pengalaman dan latar belakang keilmuannya.

Kehadiran dosen adalah hal mendasar bagi keberhasilan proses pembelajaran. Kehadiran dosen dipantau oleh Sub. Bagian Umum dan Sub. Bagian Akademik untuk 2 tujuan: (1) merekap kehadiran dosen yang terkait dengan honor mangajar dan (2) merekap kehadiran dosen untuk dilaporkan dalam bentuk prosentase kehadiran kepada Wakil Dekan I. untuk selanjutnya dilaporkan kepada Dekan. Bagi dosen yang tidak dapat hadir pada saat jadwal mengajar, diberi kesempatan untuk mengganti pada hari dan jam lain. Melalui Kepala Tata Usaha, penggantian kuliah oleh dosen dikoordinasi karena terkait dengan pengumuman kepada mahasiswa dan ketersediaan ruangan.
 
 Belajar. Sebagai kegiatan utama dalam pendidikan-pengajaran, belajar diawali dengan registrasi sebagai mahasiswa hingga tercatat pada program Administrasi Akademik Terpadu (lihat Alur Kegiatan Administrasi Akademik). Secara umum dalam hal akademik, pola kalender akademik di lingkungan Universitas Hang Tuah. Secara umum pelaksanaan proses pembelajaran pada Fakultas Psikologi Program Studi Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Hang Tuah, dapat diklasifikasikan dalam 3 (tiga) jenis proses pembelajaran. Adapun proses pembelajaran yang dilaksanakan antara lain :
    • Pembelajaran Klasikal
    • Pembelajaran Praktek Lapangan
    • Pembelajaran Praktek Laboratorium
    Pelaksanaan pembelajaran klasikal dilakukan dalam bentuk kuliah terstuktur selama 16 kali tatap muka. Bentuk pembelajaran klasikal menggunakan metode kuliah pada umumnya, yaitu kegiatan tatap dosen-mahasiswa dimana dalam dinamika pembelajaran klasikal, terdiri dari beberapa metode: kuliah kelas, diskusi kelas, diskusi kelompok dan bentuk klasikal yang lain dimana mahasiswa juga diberi kesempatan untuk menjelaskan materi di depan kelas. Pembelajaran praktek lapangan dilaksanakan pada mata kuliah yang membutuhkan praktek lapangan. Pada mata kuliah yang menggnunakan metode praktek ini secara garis besar dapat dibagi pula yaitu kunjungan lapangan serta praktek murni. Pada kunjungan lapangan dilaksanakan pada mata kuliah yang memiliki relevansi untuk peninjauan lapangan antara lain, Psikologi Perkembangan, Psikologi Sosial, Psikologi Pendidikan, Psikologi Anak Khusus, Psikologi Lintas Budaya dan lain sebagainya. Mata kuliah yang membutuhkan praktek lapangan adalah Kapita Selekta Psikologi dimana mahasiswa yang mengikuti mata kuliah ini, pada 3 (tiga) bulan pertama mendapat paparan tentang terapan psikologi di berbagai praktek dan pada 3 (tiga) bulan kedua diwajibkan mengikuti kegiatan magang sesuai dengan peminatan masing-masing. Pembelajaran praktek laboratorium dilaksanakan untuk mata kuliah yang membutuhkan pengenalan praktik dalam seting laboratorium. Beberapa mata kuliah yang membutuhkan praktek laboratorium adalah Aplikasi Komputer, Psikodiagnostik II (Observasi), Psikodiagnostik III (Wawancara), Tes Intelegensi, Inventori, Tes Minat Bakat, Tes Grafis, TAT-CAT dan Tes Rorscach.



    Penilaian. Penilaian hasil belajar bertujuan untuk mengetahui kuantitas dan kualitas out-put kegiatan perkuliahan yang telah dilakukan. Dasar penilaian hasil belajar, secara kuantitatf diperoleh dari nilai ujian yang dilakukan, khususnya Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS). Sistem pelaksanaan ujian dapat berbentuk karangan, tes obyektif, ujian lisan, seminar/skripsi, pemberian tugas dan lain sebagainya. Ujian praktek dapat dilaksanakan dengan cara praktek/tertulis/lisan. Ujian dapat pula dilaksanakan dengan berbagai kombinasi dari cara-cara tersebut. Cara ujian disesuaikan dengan jenis mata kuliah, tujuan kurikuler dan kondisi pengajar. Komponen dalam penilaian akhir meliputi: (1) kehadiran = 10%, (2) nilai mentah sampai dengan UTS = 40% dan (3) nilai mentah setelah UTS sampai dengan UAS = 50%. Nilai Akhir diperoleh dari Nilai Mentah Akhir yang dievaluasi oleh sistem PAP (Pedoman Acuan Patokan) dan PAN (Pedoman Acuan Normatif) apabila nilai rata-rata kelas yang menempuh mata ujian tertentu ³ 56. Sedangkan PAN digunakan apabila nilai rata-rata kelas yang menempuh mata ujian tertentu < 56. Nilai akhir yang berupa angka, selanjutnya akan dikonversikan dalam nilai huruf dengan ketentuan sebagaimana diatur dalam Keputusan Rektor No. 07.A/II/2003. Indeks Prestasi Semester (IPS) bertujuan untuk mengevaluasi hasil studi mahasiswa dalam semester yang telah diikuti dan menjadi dasar penentuan besarnya sks yang akan ditempuh oleh mahasiswa pada semester selanjutnya. Di samping evaluasi per-semester, evaluasi hasil belajar juga didasarkan pada penghitungan bobot nilai akhir dan sks keseluruhan yang telah ditempuh oleh mahasiswa. Penghitungan ini akan menghasilkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Penilaian hasil studi mahasiswa menjadi dasar bagi proses evaluasi yang meliputi: (1) evaluasi keberhasilan proses pendidikan yaitu evaluasi terhadap penyelenggaraan proses belajar mengajar yang meliputi keberhasilan proses penyelenggaraan acara pendidikan dan keberhasilan studi mahasiswa; (2) evaluasi keberhasilan proses penyelenggaraan acara pendidikan yaitu evaluasi tentang program cara penyelenggaraan acara pendidikan, kesesuaian dengan tujuan, keikutsertaan pengajar dan mahasiswa dalam acara pendidikan yang diselenggarakan, dan (3) evaluasi keberhasilan studi mahasiswa yaitu evaluasi terhadap keberhasilan mahasiswa dalam proses belajar mengajar yang telah diselenggarakan sesuai dengan kurikulum.

Sarana untuk Memelihara Interaksi Dosen-Mahasiswa. Terciptanya suasana akademik yang kondusif, adalah hal mendasar bagi tercapainya visi, misi dan tujuan pendidikan. Penciptaan suasana akademik, membutuhkan 2 hal mendasar, yaitu: ketersediaan media dan adanya aktivitas yang mampu membentuk interaksi aktif dosen-mahasiswa. Untuk dasar yang pertama, ketersediaan media, Fakultas Psikologi - Program Studi Psikologi  memiliki ruang kuliah, ruang perpustakaan, ruang laboratorium, ruang dosen dimana sangat memungkinkan terjadinya interaksi sebagai dasar terciptanya suasana akademik. Untuk dasar yang kedua, adanya aktifitas, dalam PROKERA telah direncanakan dan dianggarkan beberapa kegiatan yang sangat memungkinkan terjadinya interaksi aktif dosen-mahasiswa, yaitu kuliah lapangan, kegiatan magang mahasiswa, kegiatan praktikum. Bentuk kegiatan tersebut cenderung bersifat formal. Namun, banyak kegiatan yang lebih bersifat informal yang mampu membentuk suasana akademik, seperti adanya kegiatan Lomba Karya Tulis Ilmiah dalam rangka Dies-Natalis Universitas Hang Tuah dimana mahasiswa yang akan mengikuti kegiatan tersebut, akan berdiskusi dengan dosen, penulisan skripsi, dan kegiatan ilmiah lain yang diprogramkan oleh DIKTI atau Kopertis Wilayah VII. Untuk bidang pengabdian kepada masyarakat, interaksi dosen-mahasiswa telah cukup mantap terbentuk. Ketika ada kegiatan pemeriksaan psikologi misalnya, akan melibatkan beberapa mahasiswa sebagai asisten. Contoh lain adalah adanya beberapa mahasiswa yang telah diseleksi dan dipilih sebagai asisten Tempat Penitipan Anak, Play-Group dan Taman Kreativitas. Kegiatan Trauma-Konseling bagi korban bencana gempa bumi di Yogyakarta-Jawa Tengah, adalah contoh riil aktivitas yang mampu memelihara interaksi dosen-mahasiswa. Hal lain adalah adanya kegiatan Dekan Cup dimana antara seluruh civitas akademika, terlibat dalam berbagai perlombaan. Namun, bentuk interaksi dosen-mahasiswa harus tetap memperhatikan aspek etika hubungan antara dosen-mahasiswa.

Kuantitas-Kualitas Kegiatan Akademik Dosen-Mahasiswa. Kegiatan pendidikan-pengajaran yang terwujud dalam kegiatan perkuliahan adalah kegiatan akademik yang paling dominan antara dosen-mahasiswa. Di samping itu, kegiatan pendidikan-pengajaran lain adalah pengerjaan tugas oleh mahasiswa, baik pada saat perkuliahan maupun di luar jam perkuliahan. Kegiatan kuliah/kunjungan lapangan, praktikum laboratorium, kuliah tamu, ceramah pakar dan Seminar Psikologi adalah bentuk lain kegiatan akademik dosen-mahasiswa. Secara kualitas, kegiatan akademik dosen-mahasiswa yang ada di Fakultas Psikologi-Program Studi Psikologi, cukup bervariasi. Kegiatan perkuliahan sebagai kegiatan utama pendidikan-pengajaran, secara umum terlaksana dengan baik. Indikator dari hal ini adalah tingkat kehadiran dosen, tingkat kehadiran mahasiswa, isi pembelajaran dan evaluasi hasil pembelajaran. Untuk kegiatan lain, seperti kuliah tamu, ceramah pakar, secara tema dan pembicara dinilai cukup berkualitas. Namun, dari tingkat keikutsertaan dan partisipasi aktif mahasiswa, masih perlu ditingkatkan. Mensikapi hal tersebut, setiap penyelenggaraan kuliah tamu, mahasiswa diwajibkan membuat resume yang nanti akan menjadi salah satu nilai pada mata kuliah tertentu. Dengan mekanisme tersebut, keikutsertaan mahasiswa, cukup dapat ditingkatkan.

Rancangan Menyeluruh Pengembangan Suasana Akademik yang Kondusif. Untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas suasana akademik yang kondusif, secara umum dapat disebutkan beberapa rancangan pengembangan, yaitu:

  1. Menambah jumlah kegiatan yang berorientasi pada pengembangan suasana akademik, khususnya interaksi akademik dosen-mahasiswa. Hingga Tahun Akademik 2005/2006, Fakultas Psikologi-Program Studi Psikologi baru memiliki 1 program, yaitu Psychology Research Competition for Student.
  2. Membangun prasarana pendukung, yaitu gazebo/student center dimana antara mahasiswa-dosen dapat berinteraksi secara lebih informal, terbuka dan demokratis, tetapi tetap dalam norma ilmiah dan etika untuk saling berdiskusi, tukar pendapat mengakaji suatu tema.
  3. Meningkatkan sarana pendukung, seperti buku-buku pustaka, media audio-video, CD interaktif, koran, majalah dan jurnal, fasilitas internet mahasiswa.
  4. Meningkatkan jumlah kegiatan kunjungan lapangan sebagai bahan kajian di perkuliahan.
  5. Mendatangkan para pakar, praktisi, public figur untuk mengkaji dan memahami konteks psikologi secara lebih luas.

Melalui berbagai cara di atas diharapkan dapat ditumbuhkan suasana berikut:

  1. Keaktifan dalam mencari, menemukan, memahami suatu wacana atau tema dalam konteks perilaku dan proses mental manusia.
  2. Keaktifan untuk berdiskusi dan mengembangkan kajian dan terapan psikologi
  3. Budaya publikasi dimana di kalangan mahasiswa-dosen tercipta budaya menulis dan mempublikasikan sebagai bentuk kegairahan intelektual.

Hubungan dosen-mahasiswa. Hubungan yang tercipta antara dosen-mahasiswa, mengalami perkembangan yang meningkat, baik secara kuantitas maupun kualitas. Hal ini selaras dengan semakin kompleksnya permasalahan yang dihadapi mahasiswa, baik dalam lingkup kewajiban akademik maupun di luar akademik. Memang, belum ada data yang dapat diberikan dalam paparan ini terkait dengan kuantitas hubungan dosen-mahasiswa. Namun, secara umum, hampir setiap hari, khususnya pada saat hari-hari kerja, hubungan antara dosen-mahasiswa terjadi dengan aktif. Secara kualitas juga mengalami peningkatan. Peningkatan disini lebih pada isi atau tema yang melatarbelakang terjadinya hubungan. Pada awalnya, tema yang mendasari hubungan dosen-mahasiswa, lebih pada permasalahan teknis, seperti pembayaran SPP. Meski hal tersebut masih ada, namun intensitas tema yang lebih sering muncul adalah terkait dengan pengembangan diri, prospek psikologi, penilaian terhadap dosen, ide atau gagasan kegiatan dan juga keinginan agar status fakultas cepat terakreditasi. Dari berbagai tema yang disampaikan mahasiswa, banyak yang kemudian menjadi bahasan ketika ada pertemuan fakultas.

Kegiatan Seminar di Kampus. Fakultas Psikologi-Program Studi Psikologi memiliki beberapa kegiatan rutin terkait dengan kegiatan seminar, yaitu: Kuliah Tamu, Ceramah Pakar, Seminar Psikologi. Ketiga bentuk kegiatan tersebut secara rutin telah dilaksanakan dengan melibatkan seluruh civitas academika dan mengundang dari fakultas/program studi lain. Kegiatan tersebut, lebih ditujukan pada peningkatan wawasan dan pengetahuan mahasiswa tentang psikologi. Secara lebih khusus, kegiatan tersebut juga bertujuan menumbuhkan optimisme mahasiswa tentang prospek psikologi karena salah satu fokus kegiatan adalah mendatangkan para praktisi. Terkait dengan pencapaian visi, misi dan tujuan, kegiatan seminar di samping mengkaji tema umum dalam psikologi, juga difokuskan pada pengkajian Psikologi Kelautan-Kemaritiman.

Pengembangan Kepribadian Ilmiah. Upaya pengembangan kepribadian ilmiah mencakup 2 sasaran, yaitu dosen dan mahasiswa. Untuk dosen, telah diprogramkan dalam PROKERA yaitu kegiatan mengikuti seminar, pelatihan, lokakarya dan akreditasi dosen untuk memperoleh jabatan akademik. Di samping itu, dengan adanya Jurnal Poseidon, ada tuntutan kepada seluruh dosen untuk menghasilkan tulisan ilmiah atau penelitian, minimal 1 untuk setiap 6 bulan. Untuk mahasiswa, berbagai upaya pengembangan kepribadian ilmiah telah diuraikan pada bagian sebelumnya. Satu upaya pengembangan kepribadian ilmiah untuk mahasiswa adalah adanya peraturan pelaksanaan ujian, baik UTS maupun UAS, peraturan ujian proposal skripsi dan sosialisasi tentang etika ilmiah salah satunya tentang plagiatisme.

 
Kurikulum Akademik
Laboratorium
Unit
Galery Foto
Penelitian