Sekretariat
: Jl Arif Rahman Hakim 150 Surabaya, 60111
SATUAN KERJA HUMAS
Tugas dan Fungsi
Humas:
• Mengembangkan program, materi promosi, publikasi sesuai
dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
• Melakukan kerja sama dalam rangka membangun citra lembaga
sehingga memiliki reputasi tinggi.
• Mengoordinasikan kegiatan penerbitan yang berorientasikan
kepada promosi lembaga
• Berpartisipasi dan mendukung manajemen strategis
Tujuan:
• Meningkatkan dan mempertahankan citra dan reputasi lembaga.
• Memuaskan ‘pelanggan’ (penguna jasa perti)
• Memiliki daya saing tinggi.
Organisasi
Humas:
Kahumas
Seksi:
• Publikasi
• Promosi
• Kerja sama
Bentuk Kegiatan Humas:
• Iklan
• Pelayanan jasa informasi
• Brosur, booklets, majalah, press release, kalender
• Konferensi pers
• Pameran
• Video & Multimedia (Company profile)
• Bakti sosial
Sasaran Publik
(Eksternal)
• Pelajar SMU
• Guru/pengajar
• Orangtua/wali
• Kopertis
• Perti
• Pers
(Internal)
• Karyawan
• Dosen
• Mahasiswa
Media Komunikasi
Cetak : Hang Tuah Post
Internet : www.hangtuah.ac.id
Media khusus: Dinding
Etalase Foto
Pasar pendidikan bergantung
juga kepada: teknologi, sistem administrasi dan keuangan, sistem
perkuliahan dan manajemen perkuliahan.
Rancangan Program :
Relasi Media
• Wisata dengan jurnalis media pendidikan (press tour)
• Mengundang manajer program untuk share manajemen dan program
radio, tv (pembicara seminar di UHT)
• Mengundang jurnalis untuk memberikan pelatihan menulis di
UHT
SMU
(Kerja sama humas dengan satker lain di UHT)
• Pelatihan guru-guru SMU (gratis)
• Wisata bersama guru konseling (BP) di SMU
• Berbagai program kompetisi olah raga di UHT
Rencana iklan (jangka
panjang): di badan bus kota, terminal, dan bandara.
PEMASARAN,
DISIPLIN, DAN PEMBENTUKAN CITRA KAMPUS
Marketing University
seolah menjadi ‘kata kunci’ bagi pengelola perguruan
tinggi saat ini. Melalui berbagai strategi pemasaran, pengelola
perguruan tinggi seakan berlomba untuk memberikan informasi kepada
publik guna meraih perhatian dan simpati publik, khususnya orang
tua dan calon mahasiswa. Tantangan dalam implementasi strategi pemasaran
juga semakin kompleks seiring dengan perkembangan teknologi informasi
dan meningkatnya daya kritis publik. Pengelola perguruan tinggi
tidak lagi bisa mengandalkan jurus-jurus klasik seperti strategi
mouth to mouth, penyebaran brosur, pemasangan leaflet, dan pemasangan
iklan di media massa untuk memromosikan perguruan tinggi kepada
publik. Kini, mereka juga dituntut semakin kreatif dan inovatif
didalam menyampaikan informasi berbasis teknologi informasi multimedia
on-line.
Fenomena Global Village saat ini sudah mulai terlihat nyata dan
perkembangannya dirasakan lebih cepat daripada apa yang semula dibayangkan
publik. Kemajuan teknologi informasi menjadi pemicu utama percepatan
waktu itu dan berkembang secara cepat mengikuti trend untuk memanjakan
publik. Lihatlah, hampir semua kebutuhan hidup saat ini sudah dapat
diakses dan dikendalikan melalui teknologi multimedia on-line. Bahkan,
dalam beberapa urusan, publik dapat dengan mudah mengendalikan urusan
melalui alat mini dalam bentuk handphone. Seolah kehidupan semakin
mudah dengan dukungan teknologi informasi yang berkembang menjadi
semakin simpel dan mini. Perguruan tinggi tentu tidak bisa mengelak
dari perkembangan ini. Jika perguruan tinggi ingin survive, berkembang,
dan hendak bersaing dengan para pesaing maka mereka mau tidak mau
harus mengadopsi sistem informasi yang berdaya jangkau luas dengan
menggunakan dukungan teknologi informasi di dalam strategi pemasaran.
Melalui dukungan teknologi informasi, publik dapat mengetahui dengan
cepat berbagai informasi dan letak keunggulan yang dimiliki oleh
perguruan tinggi secara mudah, cepat, dan murah. Sejauh ini tampaknya
baru teknologi informasi multimedia on-line yang mampu menjawab
kebutuhan itu dengan sempurna. Tentu saja, publik tidak harus bersusah
payah mendatangi lokasi perguruan tinggi yang dituju untuk mendapatkan
informasi selengkapnya. Pada saat ini, publik cukup berada di depan
komputer yang terhubung secara on-line dengan jaringan sistem informasi
maka sudah dapat diperoleh informasi dan berinteraksi dengan para
pengelola perguruan tinggi tanpa terbatas ruang dan waktu. Di mana
pun dan kapan pun publik dapat terhubung dengan pengelola secara
live dan interaktif melalui strategi pemasaran on-line.
Universitas Hang Tuah telah menyadari kondisi ini dan sedang mempersiapkan
diri untuk menuju pemasaran berbasis teknologi multimedia. Selain
itu, UHT juga terus mengidentifikasi berbagai letak keunggulan yang
dimiliki untuk bisa dikembangkan sehingga dapat menjadi nilai tambah
dalam pembentukan citra Kampus Laut Biru. Salah satu budaya yang
terus dikembangkan itu adalah pewujudan disiplin civitas academica.
Bagi UHT, disiplin ini merupakan modal berharga yang harus dibudayakan
oleh civitas academica sehingga dapat menjadi nilai tambah bagi
civitas academica, apalagi hingga saat ini masih banyak perguruan
tinggi yang belum mampu memberikan perhatian serius terhadap pembentukan
budaya ini. Sebagai perguruan tinggi swasta, pembentukan budaya
disiplin ini tentu saja disesuaikan dengan konteks organisasi sipil
bukan konsep disiplin kaku yang banyak dipahami oleh publik selama
ini.
Betapa pun, proses pembentukan citra positif kampus membutuhkan
waktu yang menempuh waktu lama. Jika citra positif itu sudah terbentuk,
maka cara untuk mempertahankan citra juga menjadi pekerjaan yang
tidak mudah. Bahkan, banyak pebisnis menyetujui bahwa mempertahankan
citra ternyata lebih sulit daripada membangun citra. Terbukti, banyak
perguruan tinggi terjerembab dalam citra negatif dan bahkan dihindari
oleh publik karena tidak mampu membangun citra positif itu. Jangan
heran jika di dalam media massa ada yang secara lugas dan tegas
menyatakan tidak menerima alumni perguruan tinggi tertentu. Citra
perti lebih banyak terkait dengan akuntabilitas kepada publik. Dalam
rangka membangun citra, pada saat ini telah banyak perguruan tinggi
yang tidak sekadar mengejar sertifikasi dari badan akreditasi nasional
tetapi juga sertifikasi internasional sehingga dapat menjadi salah
satu keunggulan.
UHT yakin akan dapat mempertahankan citra yang telah dibangunnya
selama ini. Sebagai salah satu perguruan tinggi yang dibangun oleh
TNI Angkatan Laut, UHT tentu mendapatkan keuntungan. Paling tidak
TNI AL memiliki beberapa keunggulan budaya yang kemudian dapat menjadi
salah satu budaya dalam proses kegiatan akademis UHT. Tidak mengherankan
jika kemudian UHT dikenal publik sebagai salah satu perguruan tinggi
yang concern di dalam memberikan bekal disiplin sebagai tambahan
pembentukan karakter mahasiswa. UHT menyadari bahwa disiplin adalah
menjadi kata kunci untuk meraih keberhasilan di dalam karier. Keunggulan
ini secara sederhana bisa dicermati dari pemberitaan media massa.
Dapat dicatat bahwa hampir tidak ada berita negatif (0%) mengenai
civitas academica UHT di media massa.
Rektor UHT Prof. DR. Sapto J. Poerwowidagdo, M.Sc. dalam berbagai
kesempatan saat bertemu dengan civitas avacademica UHT selalu menyampaikan
bahwa perguruan tinggi harus mampu membentuk jiwa muda intelektual
yang berkualitas dan mampu bertanggungjawab. Integritas civitas
academica itu dapat dicapai dengan bekal disiplin. Rektor UHT mengamati
bahwa tingkat kedisiplinan mahasiswa di perguruan tinggi umum semakin
menurun bahkan dengan sistem pendidikan yang egaliter cenderung
untuk bebas dipahami bebas yang semaunya. Hal ini dalam jangka panjang
akan membahayakan bagi bangsa. Banyak contoh bangsa ini tidak mampu
mengejar ketertinggalan dengan bangsa lain karena tidak memperhatikan
kedisiplinan. Roh pendidikan pada intinya dalah pembentukan jiwa
kedisipilanan sehingga dapat membentuk watak dan jiwa muda yang
berdedikasi, teguh, dan profesional.
Penegakan disipilin di kampus juga menyangkut ketepatan waktu didalam
menjalankan tugas. Lebih lanjut Prof. DR. Sapto J. Poerwowidagdo,
M.Sc. mengatakan bahwa untuk membentuk mental yang kuat dan intelektual
yang andal tidak hanya berbekal kepintaran belaka tetapi juga stabilitas
emosi. Rektor menyesalkan cara-cara yang ditempuh oleh civitas academica
di dalam menyampaikan aspirasi di kampus dengan berujung kepada
tindakan anarkis yang menurut Rektor bukanlah budaya kampus. Hal
ini adalah paradoks bagi kehidupan kampus.
Membentuk jiwa muda intelektual dan penuh integritas seperti itu
yang lebih banyak ditekankan dalam proses pendidikan di UHT. Karena
itu menjadi sangat aneh jika ada mahasiwa yang memakai kaos oblong
dan sandal jepit di UHT. Sebagian orang boleh berdalih bahwa sandal
jepit dan kaos oblong tidak ada kaitannya dengan pembentukan jiwa
intelektual tetapi kalau mau jujur potret itu sebenarnya adalah
refleksi dari jiwa muda yang tidak memberikan respek kepada lingkungan
pendidikan yang hampir selalu mengutamakan aspek kesantuan dan penghargaan
kepada orang lain. Untuk itu UHT tetap menjadikan budaya disiplin
ini sebagai roh dalam proses pendidikan. Selain itu, Kampus Laut
Biru juga senantiasa mengadopsi gagasan baru yang berdimensi masa
depan yang dapat memberikan kemajuan bagi kampus.
humas uht
Kampus Universitas Hang Tuah Surabaya - www.hangtuah.ac.id
|